Selasa, 12 April 2011

ALIRAN-ALIRAN DALAM ILMU KALAM DAN POKOK PEMIKIRANNYA (bagian 2)

C. Mu'tazilah

Perkataan "Mu'tazilah" berasal dari kata " i'tikad", artinya mengasingkan diri. Aliran ini dipimpin oleh Washil bin Atha' (meninggal 131 H). Dia mengasingkan diri dari gurunya karena beda pendapat, sehingga dinamakan " mu'tazilah". Karena mu'tazilah adalah suatu kaum yang bikin heboh dunia Islam selama 300 tahun pada abad permulaan Islam.

¤ Faham Mu'tazilah
Sepanjang sejarah tersebut bahwa salah satu keistimewaan bagi kaum mu'tazilah ialah cara mereka membentuk mazhabnya, banyak mempergunakan akal dan lebih mengutamakan akal, bukan mengutamakan Qur'an dan Hadits.
Barang sesuatu di timbangnya terlebih dahulu dengan akal, mana yang tidak sesuai dengan akal di buangnya, walaupun ada ayat Al-Qur'an dan Hadits yang bertalian dengan masalah itu tetap berlawanan dengan akalnya. Bagi mereka akal diatas Al-Qur'an dan Hadits.
¤ Dasar-dasar pokok pengajaran mu'tazilah
1. Tauhid (ke-esaan Tuhan)
2. Al'adl (Keadilan Tuhan)
3. Al Wa'ad wal wa'id (Janji baik dan janji buruk)
4. Manzilah bainal manzilatain ( tempat diantara dua tempat)
5. Amar ma'ruf nahi munkar


D. Syi'ah

Syiah dalam Bahasa Arab adalah pengikut. Syi'ah Ali berarti pengikut Ali, tetapi arti " kaum syi'ah " menurut istilah adalah kaum yang beri'tiqad bahwa Saidina Ali adalah orang yang berhak menjadi khalifah pengganti Nabi SAW, Nabi berwasiat bahwa pengganti beliau sesudah wafat adalah Ali.
Kelanjutan dari i'tiqad ini maka khalifah pertama, kedua, dan ketiga adalah tidak sah.
¤ Maka inti faham Syi'ah adalah :
1. Pengikut khalifah pengganti Nabi diwarisi oleh ahli waris Nabi dengan jalan tunjukan dari Nabi yaitu Ali.
- Barang siapa tidak menerima faham ini adalah orang terkutuk karena tidak mau menuruti wasiat Nabi.
2. Khalifah yang dalam istilah syi'ah " imam " adalah pangkat yang tertinggi dalam Islam dan bahkan salah satu rukun dan tiang dalam Islam. Karena itu tidak mungkin pangkat itu dibiarkan begitu saja dan diserahkan kepada pilihan rakyat. Imam harus di tunjuk oleh Nabi, dan imam-iman lain ditunjuk oleh Imam itu. Orang-orang yang memilih khalifah dengan cara syura (musyawarah) adalah orang berdosa.
3. Khalifah (Imam) itu adalah " ma'shum ", artinya tidak pernah berbuat dosa dan tidak boleh diganggu gugat dan dikritik. Karena ia adalah pengganti Nabi dan sama kedudukannya dengan Nabi.
4. Khalifah (Imam) masih mendapat wahyu dari Tuhan, walau tidak dengan perantara jibril dan wahyu yang dibawanya wajib ditaati. Imam-imam kaum Syi'ah mewarisi pangkat Nabi atau jabatan Nabi walaupun ia bukan Nabi.

¤ Golongan-golongan dalam kaum Syi'ah
1. Syi'ah Saba'iyah, yaitu Syi'ah pengikut Abdullah bin Saba', mereka termasuk Syi'ah " ghullat " yaitu Syi'ah yang keterlaluan yang mempercayai bahwa Nabi SAW akan kembali ke dunia seperti Isa, bahwa Ali belum mati, tetapi bersembunyi dari dan akan lahir ke dunia kembali, bahwa Jibril bersalah menurunkan wahyu yang seharusnya kepada Ali bukan kepada Nabi SAW, bahwa petir dan kilat adalah suara Ali yang sedang marah, bahwa ruh Tuhan turun kepada Ali.
2. Syi'ah Kaisaniyah, yaitu Syi'ah pengikut Mukhtar bin Ubay As Saqati. Golongan ini tidak mempercayai adanya ruh Tuhan pada tubuh Ali, tetapi mereka yakin bahwa imam-imam Syi'ah ma'shum dan masih diturunkan wahyu.
3. Syi'ah Imamiyah yaitu yang percaya kepada imam-imam yang ditunjuk langsung oleh Nabi SAW, yaitu Ali sampai 12 keturunannya. Ali yang pertama dan ke-12 Al-Mahdi, imam yang lenyap dan akan keluar pada akhir zaman.
4. Syi'ah Isma'iliyah, orang yang mempercayai hanya 7 orang imam, yaitu yang pertama Ali dan akhirnya Ismail bin Jafar Al Aassik yang lenyap dan akan keluar pada akhir zaman.
5. Syi'ah Zaidiyah, pengikut Imam Zaid bin Ali bin Husein bim Ali bin Abi Thalib. Syi'ah ini sederhana (bukan ghullat) yaitu tidak mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman. Tetapi mereka berkeyakinan Ali berhak jadi khalifah mulai dari masa Abu Bakar. Mereka juga beri'tiqad bahwa bila muslim mati, semasa hidupnya melakukan dosa besar dan tidak sempat bertobat, maka ia kafir.
6. Syi'ah Qamamithah, Syi'ah yang suka menafsirkan Al-Qur'an sesuka hatinya. Mereka mengatakan bahwa malaikat adalah mubaligh mereka. Syaithan musuh mereka yang dinamakan shalat adalah mengikuti mereka, yang dinamakan haji adalah ziarah imam mereka, yang dinamakan puasa adalah tidak membuka rahasia imam, orang-orang yang sudah mengetahui Allah sedalam-dalamnya tidak perlu shalat, puasa, dan lain-lain ibadah lagi. Pendeknya mereka mentakwil ayat Al-Qur'an semaunya saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar